P.MsoNormal {
FONT-SIZE: 12pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; FONT-FAMILY: "Times New Roman"; mso-style-parent: ""
}
PROGRES PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU CAPAI 85 PERSEN
Penyelesaian pembangunan jembatan yang menghubungkan Surabaya –Madura (Suramadu) masih mengalami kendala. Salah satu kendala yang umumnya menghambat dalam pembangunan infrastruktur adalah masalah pembebasan lahan. Demikian pula dengan pembangunan Suramadu ini. Ketua Rombongan tim Komisi V DPR-RI Taufikurrahman dalam kunjungan lapangan ke jembatan Suramadu Jawa Timur, Jumat (19/9).
Kunjungan lapangan dilakukan tim Komisi V DPR-RI dalam rangka memantau kesiapan menghadapi Lebaran 2008. Selain Surabaya ada empat tim lain yang juga mengadakan kunjungan yang sama yaitu ke DKI Jakarta dan Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.
Belum terselesainya sebagian pembebasan lahan untuk jalan akses baik di sisi Madura maupun di sisi Surabaya, akibat belum disepakatinya ganti rugi antara pemilik dan Panitia Pembebasan Tanah (P2T). Luas tanah yang belum selesai dibebaskan di sisi Surabaya enam bidang tanah seluas 637 m2 dan di sisi Madura ada 13 bidang tanah seluas 35.793 m2.
Besarnya permintaan ganti rugi di sisi Madura yang tinggi antara Rp 300 ribu – Rp 1.2 juta per m2. Bahkan di sisi Surabaya permintaannya mencapai Rp 6,5 juta per m2. Sekarang masih terus dilakukan negosiasi dengan masyarakat, tetapi kalau terjadi jalan buntu, menurut Taufik sebaiknya dilakukan konsinyasi. Sementara pekerjaan fisik terus bisa dilakukan sambil menunggu keputusan pengadilan besara besarnya ganti rugi yang realistis.
Agar kesepakatan ganti rugi dapat secara adil bagi kedua belah pihak, Tim apprisial dari Sucopindo telah menetapkan besarnya harga tanah yang realistis yaitu sebesar Rp 70.000,- per m2 di sisi Madura. Demikian juga sisi Surabaya akan diperhitungkan besarnya harga tanahnya secara realistis. Pihaknya mengharapkan masalah ini segera dapat diselesaikan agar pembangunan Jembatan yang telah ditunggu masyarakat segera dapat diselesaikan.
Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Wilayah V Departemen Pekerjaan Umum, AG Ismail mengatakan progres pembangunan jembatan Suramadu sampai saat ini telah mencapai 85 persen. Walaupun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan namun tetap optimis penyelesaian seluruh konstruksi akan bisa dirampungkan pada April 2009.
Saat ini fokus pekerjaan akan tertuju pada bentang tengah, terutama approach bridge dari sisi Surabaya, yang agak terlambat pelaksanaannya. Tersendatnya pelaksanaan pekerjaan bentang tengah bukan disebabkan oleh dana yang belum tersedia, namun lebih diakibatkan oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu yang lalu. Hal ini sangat berpengaruh terhadap harga bahan-bahan yang digunakan.
Keterlambatan ini akan sangat berpengaruh terhadap penyelesaian pekerjaan. Oleh karena itu Ditjen Bina Marga terus mendorong agar keterlambatan segera dapat diatasi.
“Kita terus melakukan koordinasi untuk mendorong kontraktor untuk mengejar keterlambatan pelaksanaan itu,” tambah Ismail.
Gubernur Jawa Timur dan Pemerintah Pusat sangat peduli terhadap penyelesaian jembatan ini. Untuk mengejar keterlambatan pembangunan approach bridge sisi Surabaya Pemprov Jawa Timur telah mengeluarkan dana segar sebesar Rp 40 milyar. Ismail, menambahkan, untuk membantu mengatasi keuangan PT CIC (Consortium of Indonesia Contractor) akibat kenaikan harga BBM. (Sr)
Pusat Komunikasi Publik
220908
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar